Bina Insan Update, Oktober 2026 — Yayasan Bina Insan kembali melaksanakan agenda UPA (Unit Pembinaan Anggota) sebagai salah satu sarana untuk mempererat ukhuwah, meningkatkan pemahaman keislaman, serta menguatkan semangat kebersamaan seluruh anggota Bina Insan.
Kegiatan diawali dengan tadarrus Al-Qur’an yang dipandu oleh Ustadz Imron, kemudian pembacaan doa yang dibawakan oleh Ustadz Ridho, dilanjut pembukaan yang disampaikan oleh Ustadzah Endah. Dalam sambutannya Ustadzah Endah menyampaikan bahwa salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka binaan anggota di Yayasan Bina Insan adalah Proyek Al-Qur’an berupa tasmi’ yang diikuti oleh seluruh anggota Bina Insan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas interaksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, Ustadz Zainul menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya hidup berjamaah dan menjaga ketaatan dalam kehidupan seorang muslim.
Hidup Berjamaah Merupakan Keniscayaan
Dalam ceramahnya, Ustadz Zainul menjelaskan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam kehidupan seorang muslim, hidup berjamaah bukan hanya merupakan kebutuhan sebagai makhluk sosial, tetapi juga bagian dari ajaran dan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.”
Pesan tersebut mengingatkan umat Islam agar senantiasa menegakkan agama Allah dan menghindari perpecahan.
Hal ini juga ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam QS. Ali ‘Imran ayat 103:
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”
Tali Allah dapat dimaknai sebagai janji Allah, agama Islam, serta segala sesuatu yang menjadi pedoman dan jalan untuk mendapatkan keridaan-Nya. Karena itu, umat Islam diperintahkan untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam dan menjaga persatuan.
Ketaatan kepada Allah, Rasul, dan Ulil Amri
Ustadz Zainul juga menyampaikan bahwa kehidupan berjamaah membutuhkan kepemimpinan dan ketaatan. Ketaatan tersebut memiliki tingkatan sebagaimana yang dijelaskan dalam QS. An-Nisa ayat 59:
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.”
Dari ayat tersebut, dapat diambil beberapa poin penting mengenai ketaatan:
- Taat kepada Allah SWT, sebagai puncak dan sumber utama ketaatan seorang muslim.
- Taat kepada Rasulullah SAW, dengan mengikuti ajaran, sunnah, dan petunjuk yang beliau sampaikan.
- Taat kepada ulil amri, yaitu pemimpin selama perintah dan kebijakannya tidak bertentangan dengan ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya.
Ketaatan kepada pemimpin bukanlah ketaatan yang mutlak. Apabila seorang pemimpin mengajak kepada kemaksiatan atau sesuatu yang bertentangan dengan syariat Allah, maka tidak boleh ditaati dalam perkara tersebut. Prinsipnya, tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah SWT.
Menjadikan Kehidupan Bernilai Ibadah
Melalui kegiatan UPA ini, seluruh anggota Bina Insan diharapkan tidak hanya mendapatkan tambahan ilmu, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semangat berjamaah, menjaga persatuan, serta membangun ketaatan kepada Allah, Rasulullah, dan pemimpin merupakan bagian penting dalam membentuk kehidupan yang lebih bermakna.
Semoga setiap langkah dan aktivitas yang dilakukan dapat menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT. Semoga kita mampu menjalani kehidupan dengan penuh kebermanfaatan, memiliki kehidupan yang bermakna dan bernilai ibadah, serta diberikan husnul khatimah di akhir kehidupan.
Allahumma amin.


2 Responses
Semoga senantiasa update ilmu dan ukhuwah dalam jama’ah ini.
Aamiin Yaa Rabbal’alamin